Produktivitas dalam menulis bukan tentang bakat, tetapi tentang kebiasaan. Berikut lima yang paling sering muncul pada penulis-penulis produktif.
Pertama, mereka menulis pada jam yang sama setiap hari. Otak kita menyukai ritme. Menulis di jam yang sama membentuk semacam saklar otomatis yang membuat fase pemanasan jauh lebih cepat.
Kedua, mereka memisahkan menulis dan mengedit. Mencoba menyempurnakan kalimat saat draf membuat tulisan macet. Tulis dulu, sempurnakan kemudian.
Ketiga, mereka membaca lebih banyak daripada menulis. Bahan bakar tulisan berkualitas adalah bacaan berkualitas.
Keempat, mereka mencatat ide kapan pun datang. Buku saku, aplikasi catatan, atau perekam suara — apa pun, asal ide tidak menguap.
Kelima, mereka menyelesaikan apa yang dimulai. Terlalu banyak naskah setengah jadi adalah racun bagi kepercayaan diri penulis.

